Wednesday, 23 October 2019

Kepesertaan

Iuran Pensiun

IURAN PENSIUN

Iuran Pensiun terdiri dari Iuran Normal dan Iuran Tambahan.

IURAN NORMAL

Iuran Normal (coming Service) adalah iuran yang diperlukan dalam satu tahun untuk mendanai bagian dari nilai sekarang Manfaat Pensiun yang dialokasikan pada tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan jumlah yang lebih besar di antara jumlah iuran Peserta yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun, dan bagian dari nilai sekarang Manfaat Pensiun yang dialokasikan pada tahun yang bersangkutan sesuai dengan metode perhitungan aktuaria yang dipergunakan.

Iuran Normal adalah iuran yang wajib dibayar oleh Peserta dan Pemberi Kerja setiap bulan.

Iuran Normal terdiri dari :

a. Iuran Normal Peserta :

  • Iuran Normal yang wajib dibayar oleh Peserta dan dipungut secara langsung oleh Pemberi Kerja setiap bulan, sejak menjadi Peserta sampai dengan PHK atau meninggal dunia.
  • Iuran Normal Peserta sebesar 3% (tiga persen) dari PhDP per bulan.

b. Iuran Normal Pemberi Kerja :

  • Iuran Normal Pemberi Kerja merupakan selisih antara jumlah iuran Normal yang diperlukan berdasarkan Laporan Aktuaris terakhir dengan Iuran Peserta yang ditetapkan dalam bentuk prosentase dari PhDP
  • Berdasarkan hasil Valuasi per 30 Desember 2018, Iuran Normal Pemberi Kerja sebesar 21,26% dari PhDP per bulan
  • PhDP adalah Penghasilan Dasar Pensiun, penghasilan yang digunakan sebagai dasar perhitungan besarnya iuran pensiun dan manfaat pensiun.

Pemberi Kerja wajib menyetorkan Iuran Normal kepada DP Jasa Marga setiap bulan selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.

Iuran Peserta dan iuran Pemberi Kerja yang belum disetor setelah melampaui 2,5 (dua setengah) bulan sejak jatuh tempo, dinyatakan :

a. Sebagai hutang Pendiri yang dapat segera ditagih dan dikenakan bunga yang layak, yaitu bunga deposito berjangka 3 (tiga) bulan Bank Pemerintah yang paling menguntungkan bagi Peserta yang dihitung sejak hari pertama dari bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (5), dan

b. Sebagai piutang Dana Pensiun yang memiliki hak utama dalam pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan apabila Pendiri dilikuidasi.

IURAN TAMBAHAN

Iuran Tambahan (PSL, past service liabilities) adalah iuran yang disetor dalam rangka melunasi Defisit.

Besarnya Iuran Tambahan ditetapkan berdasarkan hasil Valuasi Aktuaria terakhir.