Wednesday, 23 October 2019

FAQ

  • Tanya Jawab Seputar Dana Pensiun

    TANYA JAWAB :

    1. T : Apa yang dimaksud dengan Dana Pensiun? Ada berapa jenis Dana Pensiun yang dikenal di Indonesia?

    J : Dana Pensiun Badan Hukum yang mengelola dan menjalankan Program yang menjanjikan Manfaat Pensiun . Jenis Dana Pensiun ada 2 yaitu : Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

    ü Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

    Dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawan sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.(UU No.11 Thn 1992)

    ü Dana Pensiun Lembaga Keuangan

    Dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa, untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perorangan baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi yang bersangkutan (UU No.11 Thn 1992)

    2. Apa yang dimaksud program pensiun, dan ada berapa jenis program pension?

    Program Pensiun adalah suatu program yang menjanjikan sejumlah uang yang pembayarannya secara berkala dan dikaitkan dengan pencapaian usia tertentu

    Dana Pensiun Berdasarkan program

    ü Program Pensiun Iuran Pasti

    “Program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun”(iuran ditanggung oleh perusahaan dan karyawan)

    ü Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)

    Program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun atau program pensiun lain yang bukan merupakan program pensiun iuran pasti”(iuran merupakan beban karyawan yang dipotong dari gaji)

    3. Kekhususan apa yang dimiliki oleh Dana Pensiun sebagai badan hokum ?

    Sebagai badan hokum, Dana Pensiun tidak memiliki Anggaran Dasar, tetapi dikelola berdasarkan Peraturan Dana Pensiun, Pengesahan Dana Pensiun sebagai badan hokum dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    4. Kapan Dana Pensiun memperoleh status sebagai badan hokum?

    Dana Pensiun memperoleh status sebagai badan hokum pada tanggal pengesahan Peraturan Dana Pensiun.

    5. Apa perbedaan DPPK dan DPLK ?

    Ada sejumlah perbedaan antara DPPK dan DPLK, antara lain :

    Pendiri : DPPK oleh badan atau perorangan yang mempekerjakan karyawan, DPLK oleh Bank Umum atau perusahaan asuransi jiwa

    Peserta : Peserta DPPK adalah karyawan dari perusahaan Pendiri/mitra, Peserta DPLK adalah perorangan/kelompok orang

    Program : DPPK bisa menyelenggarakan program pension manfaat pasti atau iuran pasti

    DPLK hanya bisa menyelenggarakan program pension iuran pasti

    6. Apakah fungsi pokok dan kewajiban Dana Pensiun?

    Fungsi Pokok Dana Pensiun :

    — Menghimpun dan mengelola kekayaan, dengan cara menginvestasikan di bidang-bidang yang telah ditetapkan

    — Membayar manfaat pensiun kepada peserta dan pihak yang berhak

    Kewajiban DP :

    Ø Mengelola Dana sesuai ketentuan

    Ø Melaporkan kegiatan/ pengelolaan secara periodik kepada Pendiri, Dewas dan DEPKEU.

    Ø Melaporkan ringkasan mengenai Pengelolaan, per Semester / Tahunan ke Peserta/ Pensiunan melalui Media Internal JM.

    7. Apakah sajakah jenis manfaat pension itu?

    Jenis manfaat pension :

    · Manfaat Pensiun Normal, adalah Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja setelah mencapai usia 56 tahun

    · Manfaat Pensiun Dipercepat, adalah Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja setalah mencapai usia sekurang-kurangnya 46 tahun

    · Manfaat Pensiun Cacat, adalah Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja karena dinyatakan cacat oleh Pendiri berdasarkan keterangan dokter yang ditunjuk oleh Pendiri.

    · Pensiun Ditunda, hak atas Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Peserta yang berhenti sebelum usia 46 tahun dan mempunyai masa kepesertaan sekurang-kurangnya 3 tahun. (dan pembayarannya ditunda hingga usianya mencapai 46 tahun

    8. Form dan Dokumen apa saja yang harus dilengkapi untuk klaim Manfaat Pensiun ?

    Dokumen yang diperlukan untuk penerbitan Surat Penetapan Pensiun adalah:

    a. Form SP3 yang telah diisi lengkap;

    b. Form Kartu Keluarga Pegawai yang telah diisi lengkap

    c. Copy KTP;

    d. Copy Kartu Keluarga;

    e. Copy Surat/Akte Nikah;

    f. Pas Foto suami/istri berukuran 2x3 sebanyak 1 (satu) lembar;

    g. Alamat Domisili dan Alamat Bayar Pensiun

    Berkas tersebut diserahkan ke Fungsi SDM dan diteruskan ke DPJM

    Untuk kalim Manfaat Pensiun Janda/Duda/Anak ditambahkan Surat Keterangan meninggal (Peserta).

    Untuk Klaim Manfaat Pensiun Cacat ditambahkan Surat Keterangan Cacat dari dokter.

    9. Siapakah Ahli waris yang berhak atas penerimaan Manfaat Pensiun ?

    Adalah isteri/ suami/ anak yang terdaftar dalam Daftar Susunan Keluarga (Form Kartu Keluarka Karyawan) dari Pemberi Kerja atau Isteri/ suami/ anak yang terdaftar sebelum yang bersangkutan memasuki masa pensiun. Apabila Pensiunan mendaftarkan isteri/ suami/ anak setelah memasuki masa pensiun maka isteri/ suami/ anak tersebut tidak berhak memperoleh Manfaat Pensiun apabila Pensiunan meninggal dunia.

    10. Apa hak Peserta Pensiunan /Penerima Manfaat Pensiun?

    • Memperoleh Manfaat Pensiun Bulanan
    • Memperoleh informasi mengenai pengelolaan DP
    • Menyampaikan pendapat dan saran mengenai perkembangan portfolio investasi DP kepada Pendiri, Dewas dan Pengurus DP berdasarkan ketentuan yang berlaku

    11. Apa Kewajiban dari Pensiunan/ Penerima Manfaat Pensiun ?

    Kewajiban Pensiunan/ Penerima MP adalah:

    A.   Melakukan pembaharuan data secara berkala dengan mengirimkan kembali Form Pendataan Ulang yang dikirimkan setiap tahun ke alamat rumah  masing-masing.

    B.   Menginformasikan:

    • Perubahan status diri, misal kawin lagi atau janda/ duda kawin lagi
    • Perubahan atau mutasi Penerima Manfaat Pensiun (Penerima MP meninggal dunia, janda/ Duda kawin lagi, Janda/Duda meninggal dunia, Anak sudah berumur 21 tahun, 25 th atau sudah menikah/ bekerja)
    • Konsekuensi : Bila tidak segera dilaporkan dan akhirnya diketahui maka DPP diwajibkan menagih kembali dan yang ditagih atau ahli warisnya harus mengembalikan kelebihan bayar
    • Perubahan data (pindah alamat, perubahan no telepon/ HP, email dan dekat yang bisa dihubungi, perubahan no rekening)
    • No. HP yg bisa digunakan/ dimanfaatkan untuk menghubungi Penerima MP

    C.  Mempunyai dan menyampaikan NPWP bagi yang seharusnya punya.

    12. Kapan pembayaran manfaat pensiun dilaksanakan setiap bulannya?

    Pembayaran Manfaat Pensiun dilakukan terhitung bulan berikutnya setelah pensiun, selambat-lambatnya tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulan, melalui transfer ke rekening tabungan, misalnya Bapak Ari berhenti bekerja/pensiun tanggal 31 Juli 2014, maka manfaat pension Bapak Ari dibayarkan mulai tanggal 25 Agustus 2014.

    Penerima MP dapat mengetahui Manfaat Pesiunnya sudah masuk atau belum dengan cara menge-print buku banknya

    13. Mengapa Manfaat Pensiun tidak masuk rekening?

    Beberapa kemungkinan yang menyebabkan Manfaat Pensiun tidak masuk rekening Pensiunan, yaitu:

    · Nomor rekening salah;

    · Salah ejaan pada nama Pensiunan. Beberapa bank sangat ketat dalam ejaan nama Rekening (misalnya BCA), sehingga kalau ada salah satu huruf saja, bank akan menunda mentransfer ke rekening Pensiunan;

    · Buku rekening Pensiunan hilang, lalu membuat nomor rekening baru tetapi belum melaporkan ke DP;

    · Belum menyerahkan Data Ulang

    14. Mengapa Setiap Perubahan Data Pensiunan Harus Melaporkan Ke DP ?

    Setiap perubahan data Pensiunan (misalnya pindah alamat, ganti nomor rekening, pensiunan/ janda/ duda/ anak meninggal, janda/ duda menikah lagi), Anak sudah bekerja/ menikah) harus segera melapor ke DP, karena kalau tidak melaporkan maka dapat terkena konsekuensi logisnya, misalnya:

    • Tidak memperoleh informasi penting bila tidak melapor perubahan alamat atau nomor telepon/ HP;
    • Manfaat Pensiun tidak masuk rekening bila tidak melaporkan perubahan nomor rekening

    15. Bagaimana cara melapor ke DP, bila ada perubahan data ?

    Beberapa sarana yang bisa digunakan untuk melaporkan perubahan data Pensiunan ke DP yaitu:

    • Datang langsung atau melalui surat ke alamat DP Jasa Marga, Buaran Regency Blok A-23, Jl. Taman Malaka Selatan, Pondok Kelapa, Jakarta Timur 13450
    • Telepon ke 021-86900860 atau 869004423;
    • Facsimile ke 021-86900411;
    • Email ke alamat dpjm_kepesertaan@yahoo.com;
    • Web ke alamat dapenjasamarga.com

    16. Berapa kalikah dalam setahun pensiunan harus melaksanakan data ulang ?

    Data ulang dilaksanakan setiap setahun sekali, saat Pendataan Ulang dikirim ke alamat masing-masing Pensiunan dan setiap ada perubahan data (perubahan alamat ataupun perubahan susunan keluarga).

    17. Kapankah Pendataan Ulang dikirim ke alamat masing-masing pensiunan ?

    Form Data Ulang di kirim setiap bulan Maret pada tahun berjalan. Diharapkan DPP dapat menerima kembali paling lambat 31 Mei tahun berjalan.

    Bilamana Pensiunan belum menerima Form Data Ulang yang telah dikirimkan, Pensiunan dapat mendownload dari website ………………….

    18. Apakah sanksi bila tidak mengembalikan Data Ulang ?

    Apabila sampai akhir Mei pengembalian Data Ulang belum diterima maka DP Jasa Marga akan mengirimkan kembali Data Ulang, dan harus diterima kembali oleh DP Jasa Marga akhir bulan Juni tahun berjalan.

    Dalam hal penerima manfaat tidak mengembalikan Form Data Ulang, maka pembayaran manfaat pension ditangguhkan.

    Penangguhan pembayaran manfaat pension dilakukan terhitung mulai pembayaran manfaat pension bulan Juli tahun berjalan, sampai Pensiunan melapor ke DP.

    19. Mengapa Pensiunan diwajibkan melakukan Data Ulang?

    Karena:

    - Data ulang diperlukan untuk memperbaharui data dan meyakinkan bahwa Dapen bisa membayar MP secara tepat Penerima, tepat jumlah dan tepat waktu.

    - Data ulang juga untuk mendekatkan hubungan antara Pensiunan dengan Dapen, sehingga pertukaran informasi bisa berjalan dengan baik.

    - Dapen juga mendapat sanksi bila terus membayar manfaat pensiun bagi penerima manfaat pensiun yang ternyata sudah meninggal dunia atau janda/duda sudah menikah lagi atau anak yang sudah dewasa.

    - Dana Pensiun juga harus menagih kelebihan bayar yang terlanjur dibayarkan kepada penerima manfaat pensiun yang sudah meninggal dunia atau janda/duda sudah menikah lagi atau anak yang sudah dewasa kepada yang bersangkutan ataupun ahli warisnya.

    - Jadi tujuannya selain untuk mendekatkan hubungan juga untuk mengurangi resiko Dapen dan resiko Ahli Warisnya.

    20. Apakah Pada Saat Pensiun, Anak Yang Sudah Dewasa/ Menikah, Isteri/ Suami Meninggal Lalu Pensiunan Menikah Lagi Dan Pada Saat Meninggal, Hak Atas  Warisnya Dapat Turun Ke Isteri/ Suami Yang Baru?

    Apabila Pensiunan menikah kembali maka segala haknya tidak dapat turun ke istri yang baru karena isteri/suami yang berhak adalah isteri/suami sebelum Pensiunan berhenti bekerja (PHK) dari Pemberi Kerja.

    21. Apakah Manfaat Pensiun diberikan kenaikan setiap tahunnya?

    Manfaat pension diberikan kenaikan sebesar 2,5% setiap bulan Maret.

    22. Mengapa kenaikan Manfaat Pensiun yang diberikan relative kecil, hanya 2,5% saja ?

    Karena :

    a. Naik atau tidaknya manfaat pensiun diatur di dalam Peraturan Dana Pensiun (PDP). Itu wewenangnya Pendiri, Pemegang Saham dan OJK

    b. Dapen tidak berwenang menaikkan Manfaat pensiun.

    c. Untuk menaikkan manfaat pensiun, Pendiri harus menyetorkan dana berdasarkan perhitungan aktuaria ke Dapen. Karena jumlah dananya besar, proses persetujuannya memang tidak mudah.

    d. Apabila Pendiri sudah setuju dan PDP sudah diubah dan ditetapkan OJK, Dapen baru bisa melaksanakan.

    23. Dalam berinvestasi, apa yang dipakai sebagai pedoman oleh Pengurus Dana Pensiun?

    Pengurus wajib berpedoman pada Arahan Investasi yang ditetapkan oleh Pendiri.

    24. Untuk pemupukan dana, DP melakukan investasi pada pada Jenis investasi apa saja?

    DAPEN melakukan investasi sesuai ketentuan. Jenis investasinya terdiri dari:

    deposito berjangka, deposito on Call, Sertifikat Deposito, Sertifikat Bank Indonesia, Saham di Bursa, Obligasi di Bursa, Unit Penyertaan Reksadana, Surat berharga pemerintah, Penempatan Langsung, Tanah, Bangunan, Tanah & Bangunan.

    Hasil investasi tidak boleh serta merta dibagikan kepada Peserta/ Penerima MP, tetapi untuk memenuhi kebutuhan pendanaan secara keseluruhan.

    25. Apakah hasil investasi yang dihasilkan oleh DP mencukupi untuk membayar Manfaat Pensiunan?

    - Bila cukup, maka hasil investasi tersebut dipakai untuk pembayaran MP

    - Bila tidak cukup, maka Pendiri akan memberi Iuran Tambahan agar dana tersedia untuk membayar MP.

    26. Dapatkan Dana Pensiun memberikan pinjaman uang kepada Peserta/pensiunan ?

    Dana Pensiun tidak diperkenankan meminjamkan uang kepada peserta/pensiunan dengan alas an apapun.

  • Apa yang dimaksud program pensiun, dan ada berapa jenis program pension?

    Program Pensiun adalah suatu program yang menjanjikan sejumlah uang yang pembayarannya secara berkala dan dikaitkan dengan pencapaian usia tertentu .

    Dana Pensiun Berdasarkan program

    - Program Pensiun Iuran Pasti

    “Program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun”(iuran ditanggung oleh perusahaan dan karyawan).

    - Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)

    Program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun atau program pensiun lain yang bukan merupakan program pensiun iuran pasti”(iuran merupakan beban karyawan yang dipotong dari gaji)

  • Dapatkah Dana Pensiun memberikah pinjaman uang kepada Peserta/pensiunan ?

    Dana Pensiun tidak diperkenankan meminjamkan uang kepada peserta/pensiunan dengan alasan apapun.


  • Apakah hasil investasi yang dihasilkan oleh DP mencukupi untuk membayar Manfaat Pensiunan?

    - Bila cukup, maka hasil investasi tersebut dipakai untuk pembayaran MP.

    - Bila tidak cukup, maka Pendiri akan memberi Iuran Tambahan agar dana tersedia untuk membayar MP.


  • Untuk pemupukan dana, DP melakukan investasi pada pada Jenis investasi apa saja?

    DAPEN melakukan investasi sesuai ketentuan. Jenis investasinya terdiri dari:

    deposito berjangka, deposito on Call, Sertifikat Deposito, Sertifikat Bank Indonesia, Saham di Bursa, Obligasi di Bursa, Unit Penyertaan Reksadana, Surat berharga pemerintah, Penempatan Langsung, Tanah, Bangunan, Tanah & Bangunan.

    Hasil investasi tidak boleh serta merta dibagikan kepada Peserta/ Penerima MP, tetapi untuk memenuhi kebutuhan pendanaan secara keseluruhan.


  • Dalam berinvestasi, apa yang dipakai sebagai pedoman oleh Pengurus Dana Pensiun?

    Pengurus wajib berpedoman pada Arahan Investasi yang ditetapkan oleh Pendiri.


  • Mengapa kenaikan Manfaat Pensiun yang diberikan relative kecil, hanya 2,5% saja ?

    Karena :

    a. Naik atau tidaknya manfaat pensiun diatur di dalam Peraturan Dana Pensiun (PDP). Itu wewenangnya Pendiri, Pemegang Saham dan OJK.
    b. Dapen tidak berwenang menaikkan Manfaat pensiun.

    c. Untuk menaikkan manfaat pensiun, Pendiri harus menyetorkan dana berdasarkan perhitungan aktuaria ke Dapen. Karena jumlah dananya besar, proses persetujuannya memang tidak mudah.


  • Apakah Manfaat Pensiun diberikan kenaikan setiap tahunnya?

    Manfaat pensiun diberikan kenaikan sebesar 2,5% setiap bulan Maret.


  • Apakah Pada Saat Pensiun, Anak Yang Sudah Dewasa/ Menikah, Isteri/ Suami Meninggal Lalu Pensiunan Menikah Lagi Dan Pada Saat Meninggal, Hak Atas Warisnya Dapat Turun Ke Isteri/ Suami Yang Baru?

    Apabila Pensiunan menikah kembali maka segala haknya tidak dapat turun ke istri yang baru karena isteri/suami yang berhak adalah isteri/suami sebelum Pensiunan berhenti bekerja (PHK) dari Pemberi Kerja.


  • Mengapa Pensiunan diwajibkan melakukan Data Ulang?

    Karena:

    - Data ulang diperlukan untuk memperbaharui data dan meyakinkan bahwa Dapen bisa membayar MP secara tepat Penerima, tepat jumlah dan tepat waktu.

    - Data ulang juga untuk mendekatkan hubungan antara Pensiunan dengan Dapen, sehingga pertukaran informasi bisa berjalan dengan baik.

    - Dapen juga mendapat sanksi bila terus membayar manfaat pensiun bagi penerima manfaat pensiun yang ternyata sudah meninggal dunia atau janda/duda sudah menikah lagi atau anak yang sudah dewasa.

    - Dana Pensiun juga harus menagih kelebihan bayar yang terlanjur dibayarkan kepada penerima manfaat pensiun yang sudah meninggal dunia atau janda/duda sudah menikah lagi atau anak yang sudah dewasa kepada yang bersangkutan ataupun ahli warisnya.

    - Jadi tujuannya selain untuk mendekatkan hubungan juga untuk mengurangi resiko Dapen dan resiko Ahli Warisnya.


  • Apakah sanksi bila tidak mengembalikan Data Ulang ?

    Apabila sampai akhir Mei pengembalian Data Ulang belum diterima maka DP Jasa Marga akan mengirimkan kembali Data Ulang, dan harus diterima kembali oleh DP Jasa Marga akhir bulan Juni tahun berjalan.

    Dalam hal penerima manfaat tidak mengembalikan Form Data Ulang, maka pembayaran manfaat pension ditangguhkan.

    Penangguhan pembayaran manfaat pension dilakukan terhitung mulai pembayaran manfaat pension bulan Juli tahun berjalan, sampai Pensiunan melapor ke DP.

  • Kapankah Pendataan Ulang dikirim ke alamat masing-masing pensiunan ?

    Form Data Ulang di kirim setiap bulan Maret pada tahun berjalan. Diharapkan DPP dapat menerima kembali paling lambat 31 Mei tahun berjalan.

    Bilamana Pensiunan belum menerima Form Data Ulang yang telah dikirimkan, Pensiunan dapat mendownload dari website kami di sini


  • Berapa kalikah dalam setahun pensiunan harus melaksanakan data ulang ?

    Data ulang dilaksanakan setiap setahun sekali, saat Pendataan Ulang dikirim ke alamat masing-masing Pensiunan dan setiap ada perubahan data (perubahan alamat ataupun perubahan susunan keluarga).


  • Bagaimana cara melapor ke DP, bila ada perubahan data ?

    Beberapa sarana yang bisa digunakan untuk melaporkan perubahan data Pensiunan ke DP yaitu:

    Datang langsung atau melalui surat ke alamat DP Jasa Marga, Buaran Regency Blok A-23, Jl. Taman Malaka Selatan, Pondok Kelapa, Jakarta Timur 13450

    Telepon    : 021-86900860 atau 869004423;

    Fax          :  021-86900411;

    Email        : dpjm_kepesertaan@yahoo.com;

    Web         : dapenjasamarga.com


  • Mengapa Setiap Perubahan Data Pensiunan Harus Melaporkan Ke DP ?

    Setiap perubahan data Pensiunan (misalnya pindah alamat, ganti nomor rekening, pensiunan/ janda/ duda/ anak meninggal, janda/ duda menikah lagi), Anak sudah bekerja/ menikah) harus segera melapor ke DP, karena kalau tidak melaporkan maka dapat terkena konsekuensi logisnya, misalnya:

    Tidak memperoleh informasi penting bila tidak melapor perubahan alamat atau nomor telepon/ HP;

    Manfaat Pensiun tidak masuk rekening bila tidak melaporkan perubahan nomor rekening

  • Mengapa Manfaat Pensiun tidak masuk rekening?

    Beberapa kemungkinan yang menyebabkan Manfaat Pensiun tidak masuk rekening Pensiunan, yaitu:

    - Nomor rekening salah.

    - Salah ejaan pada nama Pensiunan. Beberapa bank sangat ketat dalam ejaan nama Rekening (misalnya BCA), sehingga kalau ada salah satu huruf saja, bank akan menunda mentransfer ke rekening Pensiunan.

    - Buku rekening Pensiunan hilang, lalu membuat nomor rekening baru tetapi belum melaporkan ke DP.

    - Belum menyerahkan Data Ulang.

  • Kapan pembayaran manfaat pensiun dilaksanakan setiap bulannya?

    Pembayaran Manfaat Pensiun dilakukan terhitung bulan berikutnya setelah pensiun, selambat-lambatnya tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulan, melalui transfer ke rekening tabungan, misalnya Bapak Ari berhenti bekerja/pensiun tanggal 31 Juli 2014, maka manfaat pension Bapak Ari dibayarkan mulai tanggal 25 Agustus 2014.

    Penerima MP dapat mengetahui Manfaat Pesiunnya sudah masuk atau belum dengan cara menge-print buku banknya
  • Apa Kewajiban dari Pensiunan/ Penerima Manfaat Pensiun ?

    Kewajiban Pensiunan/ Penerima MP adalah:

    A.   Melakukan pembaharuan data secara berkala dengan mengirimkan kembali Form Pendataan Ulang yang dikirimkan setiap tahun ke alamat rumah  masing-masing.

    B.   Menginformasikan:

        Perubahan status diri, misal kawin lagi atau janda/ duda kawin lagi
        Perubahan atau mutasi Penerima Manfaat Pensiun (Penerima MP meninggal dunia, janda/ Duda kawin lagi, Janda/Duda meninggal dunia, Anak sudah berumur 21 tahun, 25 th atau sudah menikah/ bekerja)
        Konsekuensi : Bila tidak segera dilaporkan dan akhirnya diketahui maka DPP diwajibkan menagih kembali dan yang ditagih atau ahli warisnya harus mengembalikan kelebihan bayar
        Perubahan data (pindah alamat, perubahan no telepon/ HP, email dan dekat yang bisa dihubungi, perubahan no rekening)
        No. HP yg bisa digunakan/ dimanfaatkan untuk menghubungi Penerima MP

    C.  Mempunyai dan menyampaikan NPWP bagi yang seharusnya punya.
  • Apa hak Peserta Pensiunan /Penerima Manfaat Pensiun?

    - Memperoleh Manfaat Pensiun Bulanan.
    - Memperoleh informasi mengenai pengelolaan DP.
    - Menyampaikan pendapat dan saran mengenai perkembangan portfolio investasi DP kepada Pendiri, Dewas dan Pengurus DP berdasarkan ketentuan yang berlaku.
  • Siapakah Ahli waris yang berhak atas penerimaan Manfaat Pensiun ?

    Adalah isteri/ suami/ anak yang terdaftar dalam Daftar Susunan Keluarga (Form Kartu Keluarka Karyawan) dari Pemberi Kerja atau Isteri/ suami/ anak yang terdaftar sebelum yang bersangkutan memasuki masa pensiun. Apabila Pensiunan mendaftarkan isteri/ suami/ anak setelah memasuki masa pensiun maka isteri/ suami/ anak tersebut tidak berhak memperoleh Manfaat Pensiun apabila Pensiunan meninggal dunia.
  • Form dan Dokumen apa saja yang harus dilengkapi untuk klaim Manfaat Pensiun ?

    Dokumen yang diperlukan untuk penerbitan Surat Penetapan Pensiun adalah:

    • a. Form SP3 yang telah diisi lengkap
    • b. Form Kartu Keluarga Pegawai yang telah diisi lengkap
    • c. Copy KTP
    • d. Copy Kartu Keluarga
    • e. Copy Surat/Akte Nikah
    • f. Pas Foto suami/istri berukuran 2x3 sebanyak 1 (satu) lembar
    • g. Alamat Domisili dan Alamat Bayar Pensiun

    Berkas tersebut diserahkan ke Fungsi SDM dan diteruskan ke DPJM.

    Untuk kalim Manfaat Pensiun Janda/Duda/Anak ditambahkan Surat Keterangan meninggal (Peserta).

    Untuk Klaim Manfaat Pensiun Cacat ditambahkan Surat Keterangan Cacat dari dokter.

  • Apakah sajakah jenis manfaat pensiun itu?

    Jenis manfaat pensiun :

    - Manfaat Pensiun Normal, adalah Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja setelah mencapai usia 56 tahun.

    - Manfaat Pensiun Dipercepat, adalah Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja setalah mencapai usia sekurang-kurangnya 46 tahun.

    - Manfaat Pensiun Cacat, adalah Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Peserta yang berhenti bekerja karena dinyatakan cacat oleh Pendiri berdasarkan keterangan dokter yang ditunjuk oleh Pendiri.

    - Pensiun Ditunda, hak atas Manfaat Pensiun yang diberikan kepada Peserta yang berhenti sebelum usia 46 tahun dan mempunyai masa kepesertaan sekurang-kurangnya 3 tahun. (dan pembayarannya ditunda hingga usianya mencapai 46 tahun

  • Apakah fungsi pokok dan kewajiban Dana Pensiun?

    Fungsi Pokok Dana Pensiun :

    • - Menghimpun dan mengelola kekayaan, dengan cara menginvestasikan di bidang-bidang yang telah ditetapkan.
    • - Membayar manfaat pensiun kepada peserta dan pihak yang berhak


    Kewajiban DP :

    • - Mengelola Dana sesuai ketentuan
    • - Melaporkan kegiatan/ pengelolaan secara periodik kepada Pendiri, Dewas dan DEPKEU.
    • - Melaporkan ringkasan mengenai Pengelolaan, per Semester / Tahunan ke Peserta/ Pensiunan melalui Media Internal JM.
  • Apa perbedaan DPPK dan DPLK ?

    Ada sejumlah perbedaan antara DPPK dan DPLK, antara lain :

    Pendiri : DPPK oleh badan atau perorangan yang mempekerjakan karyawan, DPLK oleh Bank Umum atau perusahaan asuransi jiwa

    Peserta : Peserta DPPK adalah karyawan dari perusahaan Pendiri/mitra, Peserta DPLK adalah perorangan/kelompok orang

    Program : DPPK bisa menyelenggarakan program pension manfaat pasti atau iuran pasti

    DPLK hanya bisa menyelenggarakan program pension iuran pasti

  • Kapan Dana Pensiun memperoleh status sebagai badan hokum?

    Dana Pensiun memperoleh status sebagai badan hokum pada tanggal pengesahan Peraturan Dana Pensiun.
  • Kekhususan apa yang dimiliki oleh Dana Pensiun sebagai badan hokum ?

    Sebagai badan hokum, Dana Pensiun tidak memiliki Anggaran Dasar, tetapi dikelola berdasarkan Peraturan Dana Pensiun, Pengesahan Dana Pensiun sebagai badan hokum dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

  • Apa yang dimaksud dengan Dana Pensiun? Ada berapa jenis Dana Pensiun yang dikenal di Indonesia?

    Dana Pensiun Badan Hukum yang mengelola dan menjalankan Program yang menjanjikan Manfaat Pensiun . Jenis Dana Pensiun ada 2 yaitu : Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

    Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

    Dana pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri untuk menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti dan program pensiun iuran pasti bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawan sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.(UU No.11 Thn 1992)

    Dana Pensiun Lembaga Keuangan

    Dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa, untuk menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perorangan baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi yang bersangkutan (UU No.11 Thn 1992).